Monday, February 29, 2016

Lakukan Tes Urine, Fraksi PKS Terdepan Usung Gerakan Parlemen Bersih Narkoba

Lakukan Tes Urine, Fraksi PKS Terdepan Usung Gerakan Parlemen Bersih Narkoba
PKSMEDAN.com - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini tegaskan fraksinya akan terdepan dalam mengusung Gerakan Parlemen Bersih Narkoba.

Hal itu disampaikan Jazuli saat menerima Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) hari ini, Senin (29/2), untuk melakukan tes urine sebagai bentuk pemberantasan terhadap bahaya narkoba di lingkungan parlemen.

“Tes urine yang dilakukan oleh Fraksi PKS ini sebagai bagian untuk menegaskan bahwa PKS terdepan dalam mengusung Parlemen Bersih Narkoba. Kita harus melaksanakan hal itu mulai dari diri sendiri, dari fraksi kita sendiri,” jelas Anggota Komisi Hukum DPR RI ini.

Diketahui, tes urine ini telah dilakukan sebanyak tiga kali kepada 40 (empat puluh) anggota dan 24 (dua puluh empat) Tenaga Ahli Fraksi PKS DPR RI. Pada 2015, Fraksi PKS telah melaksanakan tes urine sebanyak dua kali dan akan dilakukan rutin, minimal dua kali dalam setahun.

“Alhamdulillah, sejauh ini clear tidak ada yang kena narkoba,” jelas Jazuli saat konferensi pers dengan didampingi Petugas BNN.

Oleh karena itu, Jazuli menghimbau dan berharap kepada seluruh fraksi agar dengan serius memberantas narkoba dimulai dari seluruh anggota di DPR.

“Kalau Indonesia sudah dianggap Darurat Narkoba, maka kita harus serius memberantasnya. Bukan hanya dengan suara lantang-lantang. Kami ingin PKS terdepan dalam memberikan contoh,” jelas Legislator dari Dapil Banten III ini.

Diketahui, Fraksi PKS pada Kamis (25/2), telah mengirimkan surat kepada BNN untuk meminta melakukan tes urine kepada seluruh anggota dan tenaga ahli Fraksi PKS DPR RI. Hasil dari tes urine ini akan secepatnya disampaikan kepada Pimpinan Fraksi PKS DPR RI.[Syf]


sumber : pksmedan.com

Ini Pandangan Fraksi PKS DPRD Kota Medan Tentang Ranperda Kepling

Ini Pandangan Fraksi PKS DPRD Kota Medan Tentang Ranperda Kepling
PKSMEDAN.com - Menanggapi jawaban Walikota Medan yang menyatakan agar terlebih dahulu dibentuk peraturan daerah Kota Medan tentang lingkungan sebelum dilakukan pembahasan tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan.

Fraksi PKS DPRD Medan meminta agar judul ranperda kepala lingkungan ini diubah menjadi ranperda lingkungan dan tetap menjadi hak inisiatif DPRD Kota Medan.

Hal ini disampaikan anggota Fraksi PKS DPRD Kota Medan, Asmu'i Lubis yang membacakan pemandangan umum Fraksi PKS terhadap Ranperda tentang Kepala Lingkungan, Senin (29/02/2016).

Terkait dengan hal tersebut fraksi PKS memiliki tiga pandangan sebagai berikut :

Pertama, Fraksi PKS DPRD Kota Medan mendukung usulan Pemerintah Kota Medan yang meminta agar dibentuk perda tentang lingkungan sebagai payung hukum tentang lingkungan sebagai satu teritori dan struktur terkecil di pemerintahan kota medan.

Kedua, kami juga sepakat dan mendukung agar ranperda inisiatif tetap berjalan dan dilanjutkan karena memang DPRD Kota Medan juga telah menyepakati ranperda ini menjadi inisiatif.

Ketiga, sebagai solusi perlu kami sampaikan bahwa pada paripurna sebelumnya Fraksi PKS telah mengusulkan agar judul ranperda ini diubah menjadi ranperda tentang kepala lingkungan.

Namun menyahuti usulan Pemerintah Kota Medan kami mengusulkan agar judul ranperda ini diubah menjadi ranperda lingkungan dan tetap menjadi hak inisiatif DPRD Kota Medan.

Dimana muatan ranperda ini nantinya akan melingkupi semua isu yang selama ini menjadi pembahasan diantaranya tentang lingkungan dan pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan.[Syf]


sumber : pksmedan.com

Rakorda PKS Kota Binjai Dirangkai dengan Santunan Untuk Korban Banjir

Rakorda PKS Kota Binjai Dirangkai dengan Santunan Korban Banjir
PKSMEDAN.com - Sebagai wujud kepedulian akan korban banjir sejumlah daerah di Kota Binjai Sumatera Utara awal Februari lalu, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Binjai menyantuni warga Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota yang banyak menjadi korban, Ahad (28/2) saat Rapat Koordinasi (Rakorda) di Balai Kelurahan Kebun Lada Jalan Perintis Kemerdekaan Binjai Utara.

Menurut Ketua DPD PKS Kota Binjai Fitra Syamsurizal, ini merupakan rangkaian aksi PKS Peduli. Bantuan bersumber dari kader dan simpatisan yang memberikan kepercayaan kepada PKS untuk disalurkan kepada saudara-saudara kita korban banjir yang rumah dan perabotannya rusak sedang maupun sampai parah.

"Walaupun tidak banyak, harapannya semoga bermanfaat dan memperoleh keberkahan bagi para pemberi dan penerima bantuan," ujar Fitra saat penyerahan bantuan tersebut.

Diharapkan bantuan yang diberikan kepada warga korban banjir tersebut dapat meringankan beban warga yang tertimpa bencana tersebut. Penyerahan santunan diberikan kepada beberapa perwakilan warga korban banjir oleh Badan Pengurus Harian (BPH) DPD PKS Kota Binjai di hadapan seluruh peserta Rakorda yang hadir.

Rakorda diikuti seluruh pengurus PKS mulai dari tingkat DPD, DPC dan DPRa se-Kota Binjai itu dihadiri Ketua Kesekretariatan Teritorial Dakwah Binjai Langkat DPW PKS Sumut, Arjuli Indrawan, aleg DPRD Binjai asal PKS Suharjo Mulyono dan Ari Amjah Surbakti, tampak juga Wakil Walikota Binjai terpilih, Timbas Tarigan. [humaspksbinjai]


sumber : pksmedan.com

Sunday, February 28, 2016

Bantu Warga Cegah DBD, PKS Medan Perjuangan Lakukan Fogging



PKSMEDAN.com -Banyaknya kasus DBD belakangan ini membuat masyarakat begitu resah. pasalnya penyakit ini tergolong berbahaya bila tidak ditanggulangi secara dini. Maka daripada itu pengurus DPC PKS Medan Perjuangan berinisiatif melakukan foging ke daerah yang diduga banyak bersarang nyamuk yang mematikan itu.

Kegiatan yang dilakukan pada hari minggu 28 februari 2016 ini berlokasi di jalan pahlawan Medan Perjuangan. Penyemprotan dilakukan pada jam 16.30 sampai selesai. Masyarakat yang mengetahui kegiatan ini terlihat sangat senang. Ada diantara mereka menyerbu pengurus dan operator untuk meminta tempat mereka agar di semprot dan meminta agar kegiatan ini terus berlanjut.

"Banyak pesanan dan permintaan masyarakat tadi agar sekitar rumahnya difogging" ungkap Anton Simarmata yang merupakan ketua DPC PKS Medan Perjuangan.

Warga yang sekitar rumahnya telah di fogging mengucapkan banyak terima kasih kepada PKS yang telah mau membantu membasmi nyamuk demam berdarah. mereka juga menitipkan salam kepada para pengurus PKS.

"Terima kasih bapak-bapak PKS, kata para warga dilokasi"


sumber : pksmedan.com

Saturday, February 27, 2016

PKS Kota Medan Gelar MABIT Bersama Tifatul Sembiring

PKS Kota Medan Gelar MABIT Bersama Tifatul Sembiring

PKSMEDAN.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan menggelar Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) di Masjid Agung Medan, sabtu (27/02).  Acara ini dihadiri ribuan kader PKS se-Kota Medan. 

Mabit kali ini diisi oleh anggota DPR-RI FPKS Dapil Sumut I Ir. H. Tifatul Sembiring. "Dakwah itu mudah, mulai dan jangan pernah berhenti. Belum tentu yang di Ridhoi Allah itu di izinkan Allah, sebaliknya belum tentu yang di Izinkan Allah itu di Ridhoi Allah" ujar Tifatul dalam ceramahnya dihadapan ribuan kader yang mengikuti Mabit di Mesjid Agung. Ia juga menuturkan agar kader PKS Medan lebih semangat dalam jalan dakwah ini.

Mabit ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan ukhuwah dan ruhiyah kader PKS Kota Medan. Diharapkan ada semangat baru yang akan lahir disetiap jiwa kader setelah mengikuti Mabit ini. "Ini adalah Mabit pertama yang dilaksanakan DPD PKS Kota Medan setelah resmi dilantik beberapa waktu lalu", ujar sekretaris umum DPD PKS Medan Irwansyah. Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap bulannya, mengingat antusiasme kader yang hadir cukup tinggi, tambahnya di sela-sela waktu istirahat.

Dalam kesempatan ini, panitia juga menghimpun dana infaq dari peserta yang hadir termasuk dari Tifatul sembiring. Tercatat total dana infaq yang terkumpul senilai Rp. 11.000.000,-. Dana ini diserahkan kepada panitia pembangungan Mesjid Agung Medan untuk renovasi pembangunan Mesjid Agung yang telah direncanakan.[Sry]




sumber : pksmedan.com

Thursday, February 25, 2016

Bangun Komunikasi, Pengurus PKS dan Camat Medan Polonia gelar Silaturrahim!!!

PKSMEDAN.com - Pengurus DPC PKS Medan Polonia menyambangi kantor camat medan polonia kamis (25/02) siang. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim pengurus DPC PKS Medan Polonia yang baru dikukuhkan dengan unsur Pemerintahan Kecamatan yang ada di kawasan medan polonia.

Rombongan pengurus PKS Polonia diterima dan disambut hangat oleh Sekretaris Kecamatan Hidayat, AP, MSP. Hidayat diruangan kerjanya. Hidayat mewakili Kepala Kecamatan Medan Polonia yang pada saat bersamaan sedang ada rapat dengan wakil walikota medan menuturkan jika agenda seperti ini sangat diperlukan, mengingat akan banyak informasi yang dapat dibagi. Tidak hanya sampai disitu, Hidayat juga memaparkan banyak program-program dari kecamatan yang dapat disinergikan bersama PKS untuk kepentingan warga medan polonia.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPC PKS Medan Polonia. Ridwan menuturkan bahwa agenda semacam ini sangat penting agar kedua belah pihak dapat bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada warga medan polonia, sehingga diharapkan ada komunikasi terjalin yang lebih intens antara pengurus DPC PKS Medan Polonia dengan Pemerintahan Kecamatan Medan Polonia. Di sela-sela perbincangan, Ridwan menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi permasalahan bersama, salah satunya tentang peredaran narkoba di kawasan polonia yang sudah sangat meresahkan warga. Ia berharap agar unsur-unsur yang memiliki kewenangan dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah peredaran narkoba tersebut. Ridwan juga memaparkan program-program yang telah dilakukan dan akan dilakukan PKS Medan Polonia. Ia berharap agar unsur pemerintahan kecamatan dapat mendukung dan mensukseskan program-program yang menyentuh kepentingan warga.

Turut dalam rombongan pengurus DPC PKS Medan Polonia, seperti Ridwan (Ketua), Hermansya, SE (Sekretaris), Ferry (Kabid. Humas), Agus Sutrisno (Kabid. Polhukkam), M. Yani (Kabid. Pilkada) serta perwakilan dari DPD PKS Kota Medan yang juga warga sari rejo polonia Razali Taat, S.Pd.I (Staff BPU). Di akhir pertemuan Ridwan mengucapkan terima kasih karena unsur pemerintahan kecamatan menyambut dan menjamu rombongan dengan hangat, dan pertemuan ini ditutup dengan foto bersama antara sekretaris kecamatan medan polonia Hidayat, AP., MSP. dengan pengurus DPC PKS Medan Polonia. (sl/2016)


sumber : pksmedan.com

Wednesday, February 24, 2016

Politisi PKS Ini Minta Kaukus Parlemen untuk Rohingya Perlu Segera Dibentuk

Politisi PKS Ini Minta Kaukus Parlemen untuk Rohingya Perlu Segera Dibentuk
PKSMEDAN.com - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil dari dapil Aceh menyarankan perlunya dibentuk Kaukus Parlemen untuk Rohingya. Mengingat, masih ada 11.941 pengungsi muslim dari Rohingya, yang masih menunggu kepastian hidupnya dari Pemerintah Myanmar.

"Isu terkait pengungsi muslim Rohingya kini seolah menguap dari permukaan, padahal sekitar 11.941 orang pengungsi muslim Rohingya di Indonesia masih menunggu kepastian nasib hidupnya," Legislator PKS  dalam menerima kunjungan dari President Burmese Rohingya Organisation UK (BROUK) Maung Tun Khin dan Fortify Right Organisastion di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (24/2).

Di sisi lain, Nasir sangat mengapresiasi langkah Pemprov Aceh dalam upaya pemulihan hak warga muslim Rohingya.

“Hal ini menyusul adanya tempat penampungan sementara yang disediakan Pemerintah Aceh di tiga tempat, yakni di Aceh Utara, Aceh Timur dan Langsa,” jelas Nasir yang sering melakukan kunjungan ke sejumlah tempat pengungsian Rohingya ini.

Sayangnya, Nasir melihat Pemerintah Myanmar masih lambat dalam melakukan respon atas tragedi kemanusiaan ini.

“Oleh karena itu, sebagai bentuk keprihatinan, desakan terhadap dunia internasional dan kecaman terhadap tindakan Pemerintah Myanmar, perlu dibentuk Kaukus Parlemen Rohingya tersebut, “jelas Sekretaris Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Fraksi PKS DPR RI ini.

Kaukus Parlemen ini, menurut Nasir akan bertindak seperti Kaukus Parlemen untuk Palestina di tahun 2006 dalam merespon isu-isu internasional antar kedua negara. Sehingga, Nasir berharap pembentukan Kaukus Parlemen untuk Rohingya bisa menjadi jembatan dalam mewujudkan langkah-langkah bilateral Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Myanmar yang telah dan akan dilakukan ke depan.

"Keberadaan kaukus parlemen nantinya tentunya akan mempertanyakan langkah yang sudah dilakukan AICHR selama ini dalam mendesak pemerintah Myanmar selaku bagian dari ASEAN dalam melindungi hak asasi manusia dan kebebasan dasar warga anggota ASEAN" tegas Nasir.[Syf]



sumber : pksmedan.com

Tidak Hanya Membatasi, RUU Anti-LGBT Harus Juga Atur Rehabilitasi Pelaku

Tidak Hanya Membatasi, RUU Anti-LGBT Harus Juga Atur Rehabilitasi Pelaku
PKSMEDAN.com - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan PKS terdepan untuk menginisiasi lahirnya RUU tentang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di parlemen. Hal itu sebagai bagian untuk menghentikan propaganda dan pergerakan yang kian berkembang belakangan ini, baik di sosial media maupun di media konvensional.

Namun demikian, Jazuli juga tetap menginginkan agar korban dari LGBT tersebut mendapatkan rehabilitasi atas sebab penyakit sosial tersebut.

“Undang-undang harus menghentikan gerakannya, sehingga tidak ada ruang perkembangannya di Indonesia. Korbannya harus diselamatkan, karena mereka juga anak bangsa. Ini kan penyakit sosial, seperti orang kecanduan narkoba. Ini juga penyimpangan. Namanya penyimpangan itu ada kecanduannya,” ungkap Jazuli saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) “Bahaya LGBT bagi Tatanan Sosial-Budaya Bangsa Indonesia” di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (24/2).

Jazuli mengungkapkan RUU ini nantinya akan turut membatasi promosi LGBT di tayangan televisi, termasuk yang berpakaian transgender, yaitu lelaki berpakaian perempuan juga sebaliknya.

“Kalau laki-laki berpakaian perempuan atau perempuan berpakaian laki-laki itu tidak membutuhkan kreativitas. Kreativitas itu ide cemerlang yang menghibur sekaligus mendidik,” ungkap legislator dari dapil Banten III ini.

Dengan adanya, RUU LGBT ini diharapkan dapat lebih tegas mengatur agar masyarakat tidak menghakimi terlebih menggunakan kekerasan kepada pelaku LGBT.

“Saya khawatir ada organisasi masyarakat yang mengancam akan membakar atau menjatuhkan dari gedung tinggi. Kalau dibiarkan akan kacau,” ungkap Jazuli.

Diketahui, dalam FGD ini Fraksi PKS DPR RI menghadirkan beberapa narasumber dari beberapa elemen, seperti Fahira Idris (Anggota DPD RI), Romo Edy Purwanto (KWI), Ihsan Gumilar (Pakar Neurologi), dan Huzaemah T. Yanggo (MUI).[Syf]


sumber : pksmedan.com

Tuesday, February 23, 2016

Bangun Silaturahim, Pengurus DPC Medan Tembung Bertemu Camat di Ruang Kerjanya

Bangun Silaturahim, Pengurus DPC Medan Tembung Bertemu Camat
Pengurus DPC PKS Medan Tembung dan Camat Medan Tembung (no 2 dari kanan) saat berfoto bersama


PKSMEDAN.com -Pengurus DPC PKS Medan Tembung hari ini mengadakan kunjungan ke Camat Medan Tembung. Walau padatnya aktivitas masing-masing para pengurus, mereka tetap menyempatkan waktu untuk bersilaturahim dengan camat Medan Tembung Bapak M.Indra Mulia Nasution. Pertemuan ini memang di agendakan sebelumnya guna membangun silaturahim antara pengurus DPC dengan pejabat daerah setempat. 

Diruang kantornya, Camat yang tergolong masih muda ini menerima dengan hangat kunjungan para pengurus yang belum lama ini dilantik. Pertemuan yang sempat tertunda beberapa hari ini berjalan lancar dan akrab. Ketua DPC Medan Tembung Bambang Moniadi memaparkan agenda PKS yang akan dan sedang berjalan salah satunya program "Peduli Tetangga Bersama PKS".

Bangun Silaturahim, Pengurus DPC Medan Tembung Bertemu Camat
Berbincang hangat bersama Camat Medan Tembung (duduk disebelah Kanan)


Setelah mendengar pemaparan program dari para pengurus, Camat mengapresiasi kerja para kader PKS yang selama ini telah berbuat untuk masyarakat khususnya di kecamatan Medan Tembung. Pengurus DPC Medan Tembung yang hadir saat pertemuan ialah Bambang Moniadi menjabat Ketua DPC, Muhammad Taufiq Lubis, S.Pd menjabat wakil ketua DPC, Surya Suherli, S.kom sebagai Sekretaris Umum, Affan Syu'aidi, SE sebagai kabid kaderisasi dan turut bersama mereka anggota dewan dari fraksi PKS ust. Jumadi S.Pd.i. dan ketua Cada IV Bukhori, SE. 


sumber : pksmedan.com

Walikota Bogor Apresiasi PKS Launching Gerakan "Green Is Me"

Walikota Bogor Apresiasi PKS Launching Gerakan "Green Is Me"
PKSMEDAN.com - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melaunching gerakan “Green Is Me” di sela sela acara Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Bogor pada Ahad (21/2) Gedung Kemuning Gading, Bogor.

Muaz HD, Ketua Bidang Polhukam dan Lingkungan Hidup DPD PKS Kota Bogor mengatakan bahwa “Green is Me” adalah gerakan untuk mengganti  kantong plastik  dengan kantong belanja PKS yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan terus menerus untuk keperluan rumah tangga. Hal ini di harapkan dapat mengurangi sampah plastik di Kota Bogor.

“Semua kader PKS Kota Bogor akan diminta untuk mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang lebih ramah lingkungan ini,” tutur Muaz

Muaz menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 ribu tas belanja PKS yang akan di bagikan kepada seluruh kader dan masyarakat melalui struktur PKS ditingkat kelurahan dan RW se Kota Bogor. Dirinya juga optimis bahwa gerakan ini akan dapat secara signifikan mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Bogor.

Sebagaimana diketahui bahwa  10 tahun terakhir, sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sementara kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya usai menghadiri Rakorda PKS memberikan aprsesiasi yang tinggi atas peluncuran tas belanja ini. Hal tersebut menunjukkan komitmen PKS yang mendukung program Pemkot. Permasalah sampah masih menjadi PR utama di Kota Bogor. “ketika partai bergerak akan ada energi yang luar biasa” ujarnya.

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melaunching gerakan “Green Is Me” di sela sela acara Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Bogor pada Ahad (21/2) Gedung Kemuning Gading, Bogor.
Muaz HD, Ketua Bidang Polhukam dan Lingkungan Hidup DPD PKS Kota Bogor mengatakan bahwa “Green is Me” adalah gerakan untuk mengganti  kantong plastik  dengan kantong belanja PKS yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan terus menerus untuk keperluan rumah tangga. Hal ini di harapkan dapat mengurangi sampah plastik di Kota Bogor.
“Semua kader PKS Kota Bogor akan diminta untuk mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang lebih ramah lingkungan ini,” tutur Muaz
Muaz menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 ribu tas belanja PKS yang akan di bagikan kepada seluruh kader dan masyarakat melalui struktur PKS ditingkat kelurahan dan RW se Kota Bogor. Dirinya juga optimis bahwa gerakan ini akan dapat secara signifikan mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa  10 tahun terakhir, sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sementara kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya usai menghadiri Rakorda PKS memberikan aprsesiasi yang tinggi atas peluncuran tas belanja ini. Hal tersebut menunjukkan komitmen PKS yang mendukung program Pemkot. Permasalah sampah masih menjadi PR utama di Kota Bogor. “ketika partai bergerak akan ada energi yang luar biasa” ujarnya
- See more at: http://ift.tt/21plUvk
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melaunching gerakan “Green Is Me” di sela sela acara Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Bogor pada Ahad (21/2) Gedung Kemuning Gading, Bogor.
Muaz HD, Ketua Bidang Polhukam dan Lingkungan Hidup DPD PKS Kota Bogor mengatakan bahwa “Green is Me” adalah gerakan untuk mengganti  kantong plastik  dengan kantong belanja PKS yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan terus menerus untuk keperluan rumah tangga. Hal ini di harapkan dapat mengurangi sampah plastik di Kota Bogor.
“Semua kader PKS Kota Bogor akan diminta untuk mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang lebih ramah lingkungan ini,” tutur Muaz
Muaz menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 ribu tas belanja PKS yang akan di bagikan kepada seluruh kader dan masyarakat melalui struktur PKS ditingkat kelurahan dan RW se Kota Bogor. Dirinya juga optimis bahwa gerakan ini akan dapat secara signifikan mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa  10 tahun terakhir, sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sementara kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya usai menghadiri Rakorda PKS memberikan aprsesiasi yang tinggi atas peluncuran tas belanja ini. Hal tersebut menunjukkan komitmen PKS yang mendukung program Pemkot. Permasalah sampah masih menjadi PR utama di Kota Bogor. “ketika partai bergerak akan ada energi yang luar biasa” ujarnya
- See more at: http://ift.tt/21plUvk
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melaunching gerakan “Green Is Me” di sela sela acara Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Bogor pada Ahad (21/2) Gedung Kemuning Gading, Bogor.
Muaz HD, Ketua Bidang Polhukam dan Lingkungan Hidup DPD PKS Kota Bogor mengatakan bahwa “Green is Me” adalah gerakan untuk mengganti  kantong plastik  dengan kantong belanja PKS yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan terus menerus untuk keperluan rumah tangga. Hal ini di harapkan dapat mengurangi sampah plastik di Kota Bogor.
“Semua kader PKS Kota Bogor akan diminta untuk mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang lebih ramah lingkungan ini,” tutur Muaz
Muaz menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 ribu tas belanja PKS yang akan di bagikan kepada seluruh kader dan masyarakat melalui struktur PKS ditingkat kelurahan dan RW se Kota Bogor. Dirinya juga optimis bahwa gerakan ini akan dapat secara signifikan mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa  10 tahun terakhir, sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sementara kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya usai menghadiri Rakorda PKS memberikan aprsesiasi yang tinggi atas peluncuran tas belanja ini. Hal tersebut menunjukkan komitmen PKS yang mendukung program Pemkot. Permasalah sampah masih menjadi PR utama di Kota Bogor. “ketika partai bergerak akan ada energi yang luar biasa” ujarnya
- See more at: http://ift.tt/21plUvk
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melaunching gerakan “Green Is Me” di sela sela acara Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Bogor pada Ahad (21/2) Gedung Kemuning Gading, Bogor.
Muaz HD, Ketua Bidang Polhukam dan Lingkungan Hidup DPD PKS Kota Bogor mengatakan bahwa “Green is Me” adalah gerakan untuk mengganti  kantong plastik  dengan kantong belanja PKS yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan terus menerus untuk keperluan rumah tangga. Hal ini di harapkan dapat mengurangi sampah plastik di Kota Bogor.
“Semua kader PKS Kota Bogor akan diminta untuk mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang lebih ramah lingkungan ini,” tutur Muaz
Muaz menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 ribu tas belanja PKS yang akan di bagikan kepada seluruh kader dan masyarakat melalui struktur PKS ditingkat kelurahan dan RW se Kota Bogor. Dirinya juga optimis bahwa gerakan ini akan dapat secara signifikan mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa  10 tahun terakhir, sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sementara kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya usai menghadiri Rakorda PKS memberikan aprsesiasi yang tinggi atas peluncuran tas belanja ini. Hal tersebut menunjukkan komitmen PKS yang mendukung program Pemkot. Permasalah sampah masih menjadi PR utama di Kota Bogor. “ketika partai bergerak akan ada energi yang luar biasa” ujarnya
- See more at: http://ift.tt/21plUvk
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melaunching gerakan “Green Is Me” di sela sela acara Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) PKS Kota Bogor pada Ahad (21/2) Gedung Kemuning Gading, Bogor.
Muaz HD, Ketua Bidang Polhukam dan Lingkungan Hidup DPD PKS Kota Bogor mengatakan bahwa “Green is Me” adalah gerakan untuk mengganti  kantong plastik  dengan kantong belanja PKS yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan terus menerus untuk keperluan rumah tangga. Hal ini di harapkan dapat mengurangi sampah plastik di Kota Bogor.
“Semua kader PKS Kota Bogor akan diminta untuk mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang lebih ramah lingkungan ini,” tutur Muaz
Muaz menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 ribu tas belanja PKS yang akan di bagikan kepada seluruh kader dan masyarakat melalui struktur PKS ditingkat kelurahan dan RW se Kota Bogor. Dirinya juga optimis bahwa gerakan ini akan dapat secara signifikan mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan di Kota Bogor.
Sebagaimana diketahui bahwa  10 tahun terakhir, sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sementara kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya usai menghadiri Rakorda PKS memberikan aprsesiasi yang tinggi atas peluncuran tas belanja ini. Hal tersebut menunjukkan komitmen PKS yang mendukung program Pemkot. Permasalah sampah masih menjadi PR utama di Kota Bogor. “ketika partai bergerak akan ada energi yang luar biasa” ujarnya
- See more at: http://ift.tt/21plUvk


sumber : pksmedan.com

Penuhi Kebutuhan Rumah Rakyat, Fraksi PKS Menyetujui UU Tapera

Penuhi Kebutuhan Rumah Rakyat, Fraksi PKS Menyetujui UU Tapera
PKSMEDAN.com - Anggota Komisi V DPR RI dari Sigit Sosiantomo menegaskan Fraksi PKS menyetujui hasil Pembahasan Tingkat II RUU tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang secara resmi telah disahkan menjadi Undang-Undang (UU) pada Rapat Paripurna Selasa (23/2).

Fraksi PKS menyetujui hal ini sebab UU ini akan menjadi cikal-bakal terpenuhinya kebutuhan rumah (backlog) bagi seluruh Warga Negara Indonesia. Sehingga, UU Tapera harus sinergi dengan Program Sejuta Rumah dan Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR/FLPP)

Program Sejuta Rumah ditujukan untuk mewujudkan kebutuhan akan hunian, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yaitu masyarakat yang berpenghasilan 2,5-4 juta,” kata Sigit di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/2).

Lahirnya UU ini diharapkan pula dapat mengurangi backlog rumah yang mencapai 13,5 juta unit. Sedangkan FLPP melalui dana Rp 25 triliun yang berasal dari bendahara umum negara dengan memberikan uang muka sebesar satu persen dan suku bunga pinjaman sebesar lima persen hingga 20 (dua puluh) tahun.

“Namun sayangnya Program FLPP ini khusus ditujukan untuk rumah susun saja,” jelas Legislator PKS dari dapil Surabaya dan Sidoarjo ini.

Selain itu, Fraksi PKS menyetujui disahkannya UU ini sebab diharapkan dapat merealisasikan pembangunan rumah bagi peserta Tapera dengan memprioritaskan mereka yang belum memiliki rumah. “Dengan kata lain untuk rumah pertama saja,” tambah Sigit.

Oleh karena itu, Fraksi PKS berharap operasional Badan Pelaksanan (BP) Tapera diberikan secara khusus melalui alokasi dari APBN sebagai bentuk tanggung jawab negara, sesuai dengan amanat UU Tapera tersebut.

“Sangat tidak bijaksana apabila BP Tapera yang dibentuk sebagai amanat undang-undang, beroperasi menggunakan dana pungutan masyarakat terlebih seharusnya Negara hadir secara utuh di BP Tapera dalam bentuk pendanaan operasional dari bendahara umum negara,” tambah Sigit.

Diketahui, RUU Tapera ini telah mulai dibahas pada periode DPR 2009-2014. Karena itu, pemerintah diharapkan berkomitmen membuat aturan yang cepat untuk mengatur besaran Simpanan Tapera yang ditanggung bersama oleh Peserta dan Pemberi Kerja dengan prosentase yang lebih sesuai.[Syf]


sumber : pksmedan.com

Fraksi PKS Komitmen Advokasi Perbaikan Regulasi UU Penyiaran

Fraksi PKS Komitmen Advokasi Perbaikan Regulasi UU Penyiaran
PKSMEDAN.com - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini berkomitmen untuk mengadvokasi perbaikan regulasi dalam Revisi RUU Penyiaran yang saat ini masuk dalam Prioritas Prolegnas 2016.
“Selama bisa melahirkan kemashlahatan (kemanfaatan) besar, sebisa mungkin kita akan masukkan aspirasi dalam pembahasan RUU Penyiaran. Karena kita ingin PKS terdepan dalam persoalan bangsa seperti ini,” jelas Jazuli saat menerima aspirasi dari Pengurus Pusat Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PP PRSSNI) di Ruang Pimpinan Fraksi PKS DPR RI, Selasa (23/2).

Selain itu, Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq menegaskan RUU Penyiaran tidak hanya membuka kesempatan untuk mengganti teknologi penyiaran dari analog ke digital. Tetapi juga untuk memperhitungkan adanya demokratisasi penyiaran dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti teknis, program, dan bisnis. Hal itulah yang membuat munculnya banyaknya lembaga penyiaran baru saat ini.

“Mengapa banyak orang berpikir seperti itu? Karena yang mereka tonton itu-itu lagi,” ungkap Mahfudz yang turut pula hadir dalam serap aspirasi ini.

Namun demikian, Mahfudz tetap menginginkan agar kualitas radio dan televisi menjadi lebih baik dengan kian maraknya digitalisasi penyiaran tersebut. Agar jangan sampai semakin banyak pemain, semakin sedikit iklan, sehingga memperburuk kualitas programnya.

“Saat ini, di televisi daerah, lurah menikahkan anaknya saja sudah disiarkan penuh tanpa iklan (blocking air time),” ungkap Legislator PKS dari dapil Jawa Barat yang melingkupi Kota dan Kabupaten Cirebon, serta Kabupaten Indramayu ini.

Mahfudz berharap dengan adanya Revisi UU Penyiaran ini juga semakin memperjelas Radio dan Televisi Republik Indonesia (RTRI) tidak bersaing dengan televisi dan radio swasta.

“Kalau kereta, relnya jelas. RTRI akan kembali menjadi penyiaran untuk informasi publik dan ketahanan bangsa,” ungkap Mahfudz.

Diketahui, setiap Hari Selasa, Fraksi PKS DPR RI menyelenggarakan Hari Aspirasi yang diterima langsung oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini bersama dengan Anggota Komisi dari Fraksi PKS. Selain Mahfudz Siddiq, hadir pula Anggota Panja RUU Penyiaran Sukamta yang juga sebagai anggota Komisi I DPR RI.[Syf]


sumber : pksmedan.com

Sebut Pesantren Ajarkan Radikalisme, BNPT Sudah Lukai Hati Umat Islam

Sebut Pesantren Ajarkan Radikalisme, BNPT Sudah Lukai Hati Umat Islam
PKSMEDAN.com - Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi mempertanyakan pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution bahwa ada 19 (sembilan belas) pesantren yang mengajarkan radikalisme.

Pertanyaan tersebut disampaikan Aboe saat Komisi III DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan BNPT, hari ini, Senin (22/2).

“Beberapa waktu terakhir, BNPT menyatakan ada 19 pesantren yang mengajarkan radikalisme. Dalam tanda kutip, menumbuhkan bibit terorisme. Tentu, statement ini melukai kalangan Islam dan pesantren,” jelas Legislator PKS dari dapil Kalimantan Selatan ini.

Aboe menegaskan hendaknya para jajaran BNPT membuka lagi sejarah bahwa pesantren dan kalangan santri memiliki andil besar dalam perjuangan kemerdekaan. Hal itu ditandai dengan lahirnya pahlawan seperti Pangeran Antasari, Sultan Hasanuddin, Sultan Agung, hingga Imam Bonjol pada abad ke-18.

Bahkan, menurut Aboe, pesantren memiliki peran yang besar dalam melahirkan pejuang kemerdekaan. Mulai dari Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro, PETA, hingga Hizbullah. Bahkan 65 komandan Batalyon PETA, 20 orang di antaranya berstatus sebagai Kyai atau kepala Pondok Pesantren.
“Sekarang kenapa kok pesantren yang disasar sebagai biang terorisme? Apa indikator yang dipakai BNPT untuk mengambil kesimpulan tersebut? Apakah sudah ada klarifikasi dari pesantren yang bapak tersebut itu? Apakah pesantren tersebut sudah diajak dialog?” tanya Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) ini.
Namun demikian, dalam tanggapan yang disampaikan oleh Saud dalam RDP tersebut, tidak terdapat jawaban eksplisit untuk mengklarifikasi hal ini.
 
Diketahui, RDP ini menyimpulkan beberapa hal. Pertama, Komisi III DPR RI mendukung peningkatan anggaran prioritas BNPT Tahun Anggaran 2016 untuk memenuhi kebutuhan anggaran yang optimal dan mendukung penambahan formasi jabatan struktural maupun fungsional guna meningkatan pelaksanaan tugas dan fungsi BNPT dalam upaya penanggulangan terorisme.

Kedua, Komisi III DPR RI mendukung rencana strategis BNPT tahun 2016 serta mendesak Kepala BNPT agar meningkatkan koordinasi dan konsolidasi dengan institusi terkait seperti Polri, BIN, TNI, Kementerian dan Lembaga serta masyarakat untuk mencegah penyebaran radikalisme yang mengarah kepada terorisme.[Syf]


sumber : pksmedan.com

Tidak Hanya Menunda, PKS Minta Revisi UU KPK Dicabut Dalam Prolegnas

Tidak Hanya Menunda, PKS Minta Revisi UU KPK Dicabut Dalam Prolegnas
PKSMEDAN.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman menegaskan sikapnya untuk meminta DPR dan Presiden mencabut revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2014-2019.

“Sikap PKS tidak hanya menunda revisi UU KPK. Kami meminta revisi UU KPK dicabut dalam Prolegnas,” tegas Sohibul dalam menyikapi hasil pertemuan Presiden dan DPR tentang revisi UU KPK, 22/2/2016.

Menurut Sohibul yang dibutuhkan saat ini adalah mendorong KPK lebih berani menindak dan mengungkap kasus korupsi kelas kakap dengan UU yang ada.

“Dengan UU yang ada kami meminta KPK membuktikan tidak hanya memberantas kasus korupsi kecil. Tapi juga berani mengungkap kasus korupsi besar yang telah merugikan rakyat Indonesia,” terangnya.

Sohibul menambahkan, sebaiknya energi DPR dan Pemerintah difokuskan membahas UU yang lebih substantif dan dirasakan langsung oleh rakyat kecil.

“Daripada terus-menerus terjebak polemik revisi UU KPK, lebih baik DPR dan Pemerintah serius membahas UU yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat seperti RUU Kewirausahaan Nasional, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam, RUU Ekonomi kreatif, dan RUU prioritas lainnya,” paparnya.[Syf]


sumber : pksmedan.com

Ekonomi Melemah, PKS Desak Pemerintah Turunkan Suku Bunga Secara Bertahap

Ekonomi Melemah, PKS Desak Pemerintah Turunkan Suku Bunga Secara Bertahap
PKSMEDAN.com - Kondisi ekonomi Indonesia yang melemah dengan rendahnya angka inflasi dan merosotnya daya beli masyarakat mengharuskan pemerintah segera mengambil langkah strategis. Ketua DPP PKS Bidang Ekuintek LH, Memed Sosiawan mendesak pemerintah untuk melakukan pelonggaran dalam kebijakan moneter dalam bentuk penurunan suku bunga perbankan. "Baik policy rate (BI rate), deposit rate, maupun lending rate," ujar Memed di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Meski Bank Indonesia telah memutuskan menurunkan BI Rate menjadi 7 persen dengan suku bunga Deposit Facility menjadi sebesar 5 persen dan Lending Facility menjadi sebesar 7,5 persen, Memed menyebut penurunan ini belum dapat menyebabkan lending rate menjadi satu digit.

"Dengan kondisi spread suku bunga pada kisaran 5- 6 persen, maka lending rate akan tetap berada dalam kondisi dua digit, berkisar antara 12,25 persen - 13,25 persen," ujar dia.

Memed menyarankan agar ada strategi penurunan suku bunga secara bertahap agar dalam tahun 2016 ini masyarakat dan dunia usaha dapat menikmati lending rate sebesar satu digit. Dampaknya jika landing rate berada pada kisaran satu digit,sektor riil yang lesu akan kembali bergairah.

"Serta meningkatkan investasi baik asing maupun domestik, yang pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja," terang Memed.

Memed menambahkan selain penurunan suku bunga acuan (BI Rate), penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) yang telah dilakukan dari 7,5 persen menjadi 6,5 persen juga akan membantu meningkatkan likuiditas perbankan.

"Belajar dari penurunan GWM pada tahun 2008, ketika GWM diturunkan efektif dari sebesar 9,01 persen menjadi 7,5 persen maka kebijakan tersebut berpotensi menambah likuiditas perbankan dalam rupiah sekitar Rp 50,0 triliun," ujar dia.[Syf]


sumber : pksmedan.com

Monday, February 22, 2016

Pembuatan Sabun Cuci Piring



PKSMEDAN.com -

sumber : pksmedan.com

Pembuatan Sabun Cuci Piring



PKSMEDAN.com -

sumber : pksmedan.com

Twitter

Twitter

RT @berita3jambi: Nak Beli Oleh Oleh ke https://t.co/fFYmujGGOs


from Twitter https://twitter.com/berita3jambi

RT @berita3jambi: Nak Beli Oleh Oleh ke https://t.co/fFYmujYhG0


from Twitter https://twitter.com/berita3jambi

Rakorda PKS Kota Medan Teguhkan 2016 Menjadi Tahun Pelopor, Pelayanan dan Pembelaan Masyarakat

Rakorda PKS Kota Medan Teguhkan 2016 Menjadi Tahun Pelopor, Pelayanan dan Pembelaan Masyarakat
PKSMEDAN.com - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Asrama Haji Medan, Minggu (21/2/2016). Dalam Rakorda tersebut PKS Kota Medan teguhkan 2016 menjadi Tahun pelopor, pelayannan dan pembelaan masyarakat.

Dalam Rakorda ini DPD PKS Kota Medan mensosialisasikan program turunan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut. Diantaranya ialah visi dan misi PKS, 9 amanah Musyawarah Nasional (Munas), 39 cakupan amanah Munas dan 58 program strategis.

Ketua DPD PKS Kota Medan Salman Alfarisi menyampaikan bahwa Rakorda ini dilakukan untuk mensosialisasikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2016 kesetiap pengurus-pengurus cabang (DPC). Juga sebagai ajang silaturahim dan konsolidasi pengurus daerah (DPD) dan pengurus cabang (DPC) se-Kota Medan.

Sosialisasi ini menjadi penting untuk visi PKS 2020. Yaitu menjadi partai dakwah yang kokoh dalam berkhidmat untuk bangsa dan negara.

“Kalimat berkhidmat inilah yang menjadi streshing atau tag line kami kedepan bagi para kader-kader PKS. Sehingga para kader-kader PKS mampu menjadi penggerak dan perekat antar masyarakat itu sendiri sehingga bersama masyarakat dapat menjalankan program-program PKS kedepan nantinya,” kata Salman Alfarisi.

Peserta Rakorda terdiri dari seluruh pengurus DPD PKS Kota Medan dan 21 pengurus DPC PKS se-Kota Medan. Turut hadir Sekretaris Umum DPW PKS Sumut Zulmorado Selawat Siregar, Ketua Teroterial Dakwah Kota Medan Andri Susilo, Ketua Fraksi DPRD Kota Medan Muhammad Nasir.

Diakhir acara dilakukan penanda tanganan komitmen bersama seluruh Ketua DPC PKS Se-Kota Medan disaksikan Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kota Medan. Berkomitmen bersama dalam mensukseskan program kerja Tahun 2015-2020. [Syf]


sumber : pksmedan.com

Saturday, February 20, 2016

Jalin Silaturahim, PKS Medan Tuntungan Gelar Pengajian Akbar Bersama Empat STM

Jalin Silaturahim, PKS Medan Tuntungan Gelar Pengajian Akbar Bersama Empat STM
PKSMEDAN.com - Dalam rangka mensukseskan program gerakan peduli tetangga, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Medan Tuntungan berinisiatif mengadakan pengajian akbar yang diikuti oleh 4 pengurus STM yang berada di wilayah perumnas Simalingkar Kelurahan mangga kec. medan tuntungan, sabtu (20/2).

Acara ini sendiri diselenggarakan untuk mempererat hubungan silaturrahim antara Pks Tuntungan dengan STM-STM yang ada di sekitar wilayah perumnas Simalingkar. Acara yang dilaksanakan di Mesjid Raya Al-Ikhlas yang berada di Jl. Nyiur ini dihadiri setidaknyanya 4 Perwakilan STM, yaitu STM Al-Hijrah di jln Nyiur, STM Amal Shaleh di jln Sawit, STM Al-Ikhwan, STM Al-Hasanah di jln Teh.

Pengajian ini diisi oleh Ust. Salman Al Farisi, Lc.MA yang juga Ketua DPD PKS kota Medan sekaligus anggota DPRD Kota Medan F-PKS. Dalam tausiyahnya ust. Salman menekankan perlunya menggalakkan kembali silaturrahim antar sesama terlebih lagi dengan tetangga tanpa melihat perbedaan latar belakang agama tetangga. Ust. Salman juga mengingatkan akan bahaya virus LGBT yang sedang di tebarkan tanpa rasa malu-malu di kalangan masyarakat. Untuk itu Ust. Salman mengingatkan perlu adanya persatuan warga untuk mencegah penyebaran Virus LGBT di kehidupan kita.

Hal Senada juga disampaikan Oentoeng Islamuddin, A.Md yang juga ketua DPC Pks Tuntungan. Menurutnya kegiatan semacam ini akan terus digalakkan oleh Pks Tuntungan untuk dapat menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekaligus menebar kebaikan di masyarakat. Oentoeng Islamuddin berharap kedepan kegiatan semacam ini tidak hanya ditujukan untuk pengurus STM tetapi juga dibuat untuk anak-anak muda serta ibu-ibu yang berada di wilayah simalingkar.

Di akhir acara, warga berharap agar pengajian-pengajian semacam ini dapat dijadwalkan rutin setiap bulannya, agar wawasan keagamaan warga dapat bertambah. (sl/mt)


sumber : pksmedan.com

Gelar PPKP, PKS Cetak Kader Perempuan Pelopor Berkhidmat Untuk Rakyat

Gelar PPKP, PKS Cetak Kader Perempuan Pelopor Berkhidmat Untuk Rakyat
PKSMEDAN.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus berupaya memaksimalkan realisasi tagline partainya yang berkhidmat untuk rakyat. Salah satunya dengan mencetak kader perempuan pelopor melalui Pendidikan dan Pelatihan Kader Pelopor (PPKP).

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih di kantor DPP PKS, Jl Tb Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2016).

“Dalam 5 tahun kedepan kami menargetkan lahirnya kader perempuan pelopor PKS  dan untuk mewujudkannya diperlukan upaya yang fokus dan serius. Dan diklat ini merupakan salah satu sarana yang kami upayakan untuk bisa mencapat target tersebut," ujar Wirianingsih.

Perempuan yang biasa dipanggil Bu Wiwi ini mengungkapkan, dibuatnya diklat tersebut sebab tingkat kepercayaan publik  terhadap kader perempuan PKS saat ini cukup tinggi. Banyak kader perempuan PKS yang terlibat dalam beragam aktivitas sosial kemasyarakatan.

Adanya dukungan regulasi atas partisipasi perempuan di ranah publik, lanjut Wirianingsih, juga telah membuka akses yang luas bagi kader perempuan PKS untuk berkiprah di bidang politik, sosial dan keumatan serta profesi.

"Untuk memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus mengupayakan adanya sarana untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan itulah maka kami memandang perlu mengadakan upaya pembekalan melalui diklat pelopor ini," jelasnya.

Ketua Departemen Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan DPP PKS, Dwi Septiawati menambahkan, Diklat perdana yang digelar hari ini merupakan awal dari program diklat selanjutnya,. Program ini direncanakan akan diadakan terjadwal  sebulan sekali,  bahkan diklat pelopor ini akan  diselenggarakan di seluruh BPKK  wilayah maupun daerah di seluruh Indonesia.

"Kami berharap melalui diklat ini akan muncul kader-kader terlatih yang akan mengalirkan ilmu dan ketrampilannya bagi kader-kader perempuan lainnya," imbuh Dwi.

Diklat Kader Pelopor digelar dua hari ini Sabtu-Ahad (20-21/2) di kantor DPP PKS. Sebanyak 80 fungsionaris perempuan PKS dari pusat hingga daerah mengikuti kegiatan tersebut. Rencananya, diklat tersebut akan dibuat secara reguler dan berseri. Diklat tersebut juga rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.[Syf]


sumber : pksmedan.com

"Risalah Bertetangga" Oleh Salman Alfarisi*

Kesibukan di luar rumah sering membuat seseorang tidak punya rasa peduli lagi terhadap tetangga. Kemajuan tehnologi komunikasi dan media sosial juga membuat orang lebih banyak menyapa yang jauh ketimbang tetangga sendiri. Sering pula mengundang orang lain untuk makan di rumah, sedang tetangga dilupakan. Bahkan suara yang mengusik pendengaran, kata-kata yang melukai perasaan, perilaku yang mengganggu pandangan, bertahun-tahun telah mereka tahankan. Berapa banyak yang bergelut dalam kesibukan dan berakhir hayatnya dipangkuan tetangga yang selama ini ditinggalkan. Berapa banyak yang mengeluarkan kelebihan harta dan tenaga di luar sana namun tetangga hanya tempat bersandar di kala kesusahan. Semoga Allah SWT mengampuni kita atas segala kekurangan. Allah SWT berfirman: “…dan berbuat baiklah kepada kedua ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,.” (Q.S. An-Nisa:36) Sebagai makhluk lemah, manusia membutuhkan hubungan sosial dalam kerangka saling menolong di atas kebaikan. Allah SWT menyediakan tetangga di sekitar kita agar kehidupan kita indah, saling santun, berbagi dan mengisi. Berbagi keceriaan, meringankan beban dan memupuk kebersamaan dalam suka duka. Keharmonisan bertetangga memberikan kekuatan besar bagi setiap manusia dalam meraih sukses. Ketika keluarga kita berada di tengah-tengah para tetangga yang harmonis dan saling menghargai tentu akan berdampak baik secara sosial dan ekonomi. Adapun secara sosial, kepedulian terhadap tetangga merupakan sosial control yang membentengi masyarakat dari masuknya segala bentuk pengaruh buruk. Pengawasan bersama tersebut juga sebagai kunci bagi terciptanya pendidikan dan budaya positif. Secara otomatis hal tersebut dapat mempersempit perilaku yang membahayakan individu dan keluarga, seperti narkoba, aliran sesat, anarkisme, terorisme dan bahaya penyimpangan seperti LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang semakin merisaukan. Saling menghargai sesama tetangga menjadikan kita saling menjaga dan melindungi. Masing-masing merasa aman, nyaman dan tenteram. Semua tidak hanya berfikir tentang keselamatan pribadi semata. Jika masing-masing tidak suka membuat tetangganya terganggu keamanan dan kenyamannya, tentu masing-masing juga tidak akan rela jika gangguan itu datang dari luar lingkungannya. Secara ekonomi, tetangga yang harmonis dan saling menghargai akan menciptakan jembatan penghubung antara yang mampu dan tidak mampu. Kelapangan dada untuk saling berbagi melahirkan semangat mencari yang lebih besar. Kedekatan dan keharmonisan bertetangga secara otomatis menjadi jembatan penghubung antara orang yang berada dalam kelapangan dengan orang yang berada dalam kesempitan. Para dermawan akan semakin yakin bahwa rezeki pasti datang melampaui kadar dari apa yang telah dikeluarkan. Segaris senyum tetangga yang lemah menghasilkan energi besar bagi dermawan karena Allah selalu bersama para dermawan. Tetangga harmonis dan saling menghargai akan meruntuhkan tembok kesenjangan sosial dan ekonomi. Semua punya semangat untuk berbagi lantaran setiap manusia di posisi apapun dia, pasti punya sesuatu untuk dibagi. Berbagi harta, solusi, kesempatan, peluang, tenaga, makanan, hingga kata-kata yang baik, sekurang-kurangnya senyum yang menyejukkan. Semua akan memberi dalam rangka menambah keceriaan, mengurangi penderitaan dan memperindah keharuan. Wajar jika Rasulullah saw bersabda: “Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris”. (H.R. Bukhori) DEFINISI TETANGGA Secara umum tetangga adalah orang yang tempat tinggalnya berada di sekitar tempat tinggal kita. Sebagaimana diisyaratkan dalam surat an Nisa ayat 36 disebutkan kata al jaar (tetangga) ada dua kelompok: Pertama: al jaar dzil qurbaa yang maksudnya tetangga yang tempat tinggalnya lebih dekat dengan tempat tinggal kita, memiliki kedekatan kekerabatan, pertemanan dan lain-lain. Kedua : al jaarul junub. Al-junub menurut sebagian ulama difahami dari kata ajaanib atau orang yang masih dirasa asing. Berdasarkan pemahaman ini maka al jaarul junub maksudnya adalah tetangga yang tidak terlalu dekat tempat tinggalnya namun masih dikatagorikan tetangga, tidak pula memiliki kedekatan kekerabatan, pertemanan dan lain-lain. (al-Qurthubi dalam Jami’ul Ahkam) Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah bahwa empat puluh rumah itu adalah tetangga, dan tidak akan masuk surga bagi siapa yang takut dari tindak kejahatannya” (Mu’jam Al-Kabir, Thabrani) Bahkan sebahagian ulama berpendapat bahwa seluruh penduduk kota tempat tinggal kita adalah tetangga, apalagi satu kecamatan atau kelurahan. Siapakah Tetangga yang Harus Kita Dahulukan? Semua berhak menerima perilaku baik dan kebaikan. Namun dalam konteks bertetangga, siapakah di antara mereka yang harus lebih dahulu menerima hak bertetangga tersebut? Pertama: bertetangga dengan kedua orang tua. Mereka adalah orang yang paling berhak untuk diutamakan sebelum yang lain. Ketika kedua orang tua juga sebagai tetangga, sudah barang tentu orang tua wajib diutamakan untuk mendapatkan hak-hak bertetangga sebelum yang lainnya. Kedua: bertetangga dengan kerabat. Pertalian darah dan hubungan kekerabatan sangat diperhatikan oleh Islam. Ketika kerabat juga merangkap sebagai tetangga, wajib mengutamakan mereka dalam hak-hak bertetangga setelah orang tua. Ketiga: bertetangga dengan anak yatim dan orang miskin. Setelah orang tua dan kerabat, bertetangga dengan kaum dhu’afa merupakan anugerah besar dari Allah SWT. Kita harus mengutamakan orang-orang lemah dalam bertetangga karena mereka sesungguhnya pembuka pintu rezeki bagi kita. Keberadaan mereka bersama kita juga dapat membentangkan jalan datangnya pertolongan Allah SWT. Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah kalian ditolong (oleh Allah SWT) dan diberi rezeki melainkan melalu orang-orang lemah yang berada di sisi kalian” (HR. Bukhori). Pada riwayat lain Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya ummat ini ditolong (oleh Allah SWT) hanya lantaran adanya orang-orang lemah mereka. Iaitu lantaran doa, sholat dan keikhlasan (orang-orang lemah tersebut)”. (HR. Nasa’i) Rasulullah saw juga mengingatkan bahwa peduli terhadap tetangga yang tidak mampu merupakan syarat keimanan, sebagaimana sabda beliau: “Tidaklah termasuk beriman kepadaku orang yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya lapar dan dia mengetahui hal tersebut” (H.R.Thabrani dan Baihaqi). Keempat: Tetangga yang pintu rumahnya paling dekat. Suatu ketika Siti Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah saw: “Saya mempunyai dua tetangga, siapakah di antara keduanya yang berhak menerima hadiah dari saya?” Rasulullah saw menjawab:”Tetangga yang pintu rumahnya paling dekat denganmu”. (H.R. Bukhori) “ketahuilah bahwa empat puluh rumah itu adalah tetangga, dan tidak akan masuk surga bagi siapa yang takut dari tindak kejahatannya”. (Mu’jam Al-Kabir Thabrani) Rasululah saw bahkan mengajarkan umatnya untuk terus melakukan kebaikan bahkan terhadap tetangga yang bukan muslim sekalipun. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw bahwa tetangga itu ada tiga macam: Pertama: Tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Kedua: Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Ketiga: Tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga muslim memiliki hak kerabat; hak Islam dan hak tetangga. (Musnad Syamiyin oleh imam Thabrani) Bentuk-Bentuk Kepedulian Terhadap Tetangga: 1. Membudayakan salam dan tegur sapa 2. Berbicara dengan kata-kata yang lembut 3. Berbasi-basi dengan kadar yang dibutuhkan 4. Membudayakan silaturahim dan menanyakan keadaan 5. Memenuhi undangan tetangga 6. Mencegah segala bentuk gangguan terhadap tetangga 7. Bersabar atas kesulitan yang berasal dari tetangga 8. Menyembunyikan aib dan menjaga marwah tetangga 9. Membagikan makanan 10. Mengundang makan bersama di rumah 11. Memberi hadiah 12. Turut serta dengan sikap dan perkataan dalam suka dan duka 13. Membudayakan sikap kasih sayang kepada anak-anak tetangga 14. Membantu ketika tetangga ditimpa musibah atau ketika menyelenggarakan hajatan 15. Mengajak mereka bersama-sama menghadiri undangan atau majelis ta’lim 16. Menciptakan keharmonisan dengan ikut-serta dalam kegiatan-kegiatan bersama Wa Allahu A’lam.
PKSMEDAN.com - Kesibukan di luar rumah sering membuat seseorang tidak punya rasa peduli lagi terhadap tetangga. Kemajuan tehnologi komunikasi dan media sosial juga membuat orang lebih banyak menyapa yang jauh ketimbang tetangga sendiri. 

Sering pula mengundang orang lain untuk makan di rumah, sedang tetangga dilupakan. Bahkan suara yang mengusik pendengaran, kata-kata yang melukai perasaan, perilaku yang mengganggu pandangan,  bertahun-tahun telah mereka tahankan. 

Berapa banyak yang bergelut dalam kesibukan dan berakhir hayatnya dipangkuan tetangga yang selama ini ditinggalkan. Berapa banyak yang mengeluarkan kelebihan harta dan tenaga di luar sana namun tetangga hanya tempat bersandar di kala kesusahan. Semoga Allah SWT mengampuni kita atas segala kekurangan.

Allah SWT berfirman:
“…dan berbuat baiklah kepada kedua ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,.” (Q.S.  An-Nisa:36)

Sebagai makhluk lemah, manusia membutuhkan hubungan sosial dalam kerangka saling menolong di atas kebaikan. Allah SWT menyediakan tetangga di sekitar kita agar kehidupan kita indah, saling santun, berbagi dan mengisi. 

Berbagi keceriaan, meringankan beban dan memupuk kebersamaan dalam suka duka. Keharmonisan bertetangga memberikan kekuatan besar bagi setiap manusia dalam meraih sukses.  Ketika keluarga kita berada di tengah-tengah para tetangga yang harmonis dan saling menghargai tentu akan berdampak baik secara sosial dan ekonomi.

Adapun secara sosial, kepedulian terhadap tetangga merupakan sosial control yang membentengi masyarakat dari masuknya segala bentuk pengaruh buruk. Pengawasan bersama tersebut juga sebagai kunci bagi terciptanya pendidikan dan budaya positif. 

Secara otomatis hal tersebut dapat mempersempit perilaku yang membahayakan individu dan keluarga, seperti narkoba, aliran sesat, anarkisme, terorisme dan bahaya penyimpangan seperti LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang semakin merisaukan.

Saling menghargai sesama tetangga menjadikan kita saling menjaga dan melindungi. Masing-masing merasa aman, nyaman dan tenteram. Semua tidak hanya berfikir tentang keselamatan pribadi semata. Jika masing-masing tidak suka membuat tetangganya terganggu keamanan dan kenyamannya, tentu masing-masing juga tidak akan rela jika gangguan itu datang dari luar lingkungannya.

Secara ekonomi, tetangga yang harmonis dan saling menghargai akan menciptakan jembatan penghubung antara yang mampu dan tidak mampu. Kelapangan dada untuk saling berbagi melahirkan semangat mencari yang lebih besar. 

Kedekatan dan keharmonisan bertetangga secara otomatis menjadi jembatan penghubung antara orang yang berada dalam kelapangan dengan orang yang berada dalam kesempitan. Para dermawan akan semakin yakin bahwa rezeki pasti datang melampaui kadar dari apa yang telah dikeluarkan. Segaris senyum tetangga yang lemah  menghasilkan energi besar bagi dermawan karena Allah selalu bersama para dermawan.

Tetangga harmonis dan saling menghargai akan meruntuhkan tembok kesenjangan sosial dan ekonomi. Semua punya semangat untuk berbagi lantaran setiap manusia di posisi apapun dia, pasti punya sesuatu untuk dibagi. 

Berbagi harta, solusi, kesempatan, peluang, tenaga, makanan, hingga kata-kata yang baik, sekurang-kurangnya senyum yang menyejukkan. Semua akan memberi dalam rangka menambah keceriaan, mengurangi penderitaan dan memperindah keharuan. Wajar jika Rasulullah saw bersabda:

“Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris”. (H.R. Bukhori)



DEFINISI TETANGGA

Secara umum tetangga adalah orang yang tempat tinggalnya berada di sekitar tempat tinggal kita. Sebagaimana diisyaratkan dalam surat  an Nisa ayat 36 disebutkan kata al jaar (tetangga) ada dua kelompok:

Pertama: al jaar dzil qurbaa yang maksudnya tetangga yang tempat tinggalnya lebih dekat dengan tempat tinggal kita, memiliki kedekatan kekerabatan, pertemanan dan lain-lain.

Kedua : al jaarul junub. Al-junub menurut sebagian ulama difahami dari kata ajaanib atau orang yang masih dirasa asing. Berdasarkan pemahaman ini maka al jaarul junub maksudnya adalah tetangga yang tidak terlalu dekat tempat tinggalnya namun masih dikatagorikan tetangga, tidak pula memiliki kedekatan kekerabatan, pertemanan dan lain-lain. (al-Qurthubi dalam Jami’ul Ahkam)

Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah bahwa empat puluh rumah itu adalah tetangga, dan tidak akan masuk surga bagi siapa yang takut dari tindak kejahatannya” (Mu’jam Al-Kabir, Thabrani)

Bahkan sebahagian ulama berpendapat bahwa seluruh penduduk kota tempat tinggal kita adalah tetangga, apalagi satu kecamatan atau kelurahan.

Siapakah Tetangga yang Harus Kita Dahulukan?

Semua berhak menerima perilaku baik dan kebaikan. Namun dalam konteks bertetangga, siapakah di antara mereka yang harus lebih dahulu menerima hak bertetangga tersebut?

Pertama: bertetangga dengan kedua orang tua.

Mereka adalah orang yang paling berhak untuk diutamakan sebelum yang lain. Ketika kedua orang tua juga sebagai tetangga, sudah barang tentu orang tua wajib diutamakan untuk mendapatkan hak-hak bertetangga sebelum yang lainnya.

Kedua: bertetangga dengan kerabat.

Pertalian darah dan hubungan kekerabatan sangat diperhatikan oleh Islam. Ketika kerabat juga merangkap sebagai tetangga, wajib mengutamakan mereka dalam hak-hak bertetangga setelah orang tua.

Ketiga: bertetangga dengan anak yatim dan orang miskin.

Setelah orang tua dan kerabat, bertetangga dengan kaum dhu’afa merupakan anugerah besar dari Allah SWT. Kita harus mengutamakan orang-orang lemah dalam bertetangga karena mereka sesungguhnya pembuka pintu rezeki bagi kita. Keberadaan mereka bersama kita juga dapat membentangkan jalan datangnya pertolongan Allah SWT.

Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah kalian ditolong (oleh Allah SWT) dan diberi rezeki melainkan melalu orang-orang lemah yang berada di sisi kalian” (HR. Bukhori).

Pada riwayat lain Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya ummat ini ditolong (oleh Allah SWT) hanya lantaran adanya orang-orang lemah mereka. Iaitu lantaran doa, sholat dan keikhlasan (orang-orang lemah tersebut)”. (HR. Nasa’i)

Rasulullah saw juga mengingatkan bahwa peduli terhadap tetangga yang tidak mampu merupakan syarat keimanan, sebagaimana sabda beliau:  “Tidaklah termasuk beriman kepadaku orang yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya lapar dan dia mengetahui hal tersebut” (H.R.Thabrani dan Baihaqi).

Keempat: Tetangga yang pintu rumahnya paling dekat.

Suatu ketika Siti Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah saw: “Saya mempunyai dua tetangga, siapakah di antara keduanya yang berhak menerima hadiah dari saya?” Rasulullah saw menjawab:”Tetangga yang pintu rumahnya paling dekat denganmu”. (H.R. Bukhori)

“ketahuilah bahwa empat puluh rumah itu adalah tetangga, dan tidak akan masuk surga bagi siapa yang takut dari tindak kejahatannya”. (Mu’jam Al-Kabir Thabrani)

Rasululah saw bahkan mengajarkan umatnya untuk terus melakukan kebaikan bahkan terhadap tetangga yang bukan muslim sekalipun. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw bahwa tetangga itu ada tiga macam:

Pertama: Tetangga yang hanya memiliki  satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga.

Kedua: Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam.

Ketiga: Tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga muslim memiliki hak kerabat; hak Islam dan hak tetangga. (Musnad Syamiyin oleh imam Thabrani)

Bentuk-Bentuk Kepedulian Terhadap Tetangga:

1.    Membudayakan salam dan tegur sapa
2.    Berbicara dengan kata-kata yang lembut
3.    Berbasi-basi dengan kadar yang dibutuhkan
4.    Membudayakan silaturahim dan menanyakan keadaan
5.    Memenuhi undangan tetangga
6.    Mencegah segala bentuk gangguan terhadap tetangga
7.    Bersabar atas kesulitan yang berasal dari tetangga
8.    Menyembunyikan aib dan menjaga marwah tetangga
9.    Membagikan makanan
10.    Mengundang makan bersama di rumah
11.    Memberi hadiah
12.    Turut serta dengan sikap dan perkataan dalam suka dan duka
13.    Membudayakan sikap kasih sayang kepada anak-anak tetangga
14.    Membantu ketika tetangga ditimpa musibah atau ketika menyelenggarakan hajatan
15.    Mengajak mereka bersama-sama menghadiri undangan atau majelis ta’lim
16.    Menciptakan keharmonisan dengan ikut-serta dalam kegiatan-kegiatan bersama

Wa Allahu A’lam.


* Ketua DPD PKS Kota Medan


sumber : pksmedan.com